Look alike

Jakarta – Keragu-raguan menguasai pasar kripto pada Kamis karena harga Bitcoin membalik antara keuntungan dan kerugian. Tak lama memasuki hari baru, harga Bitcoin sempat turun menyentuh USD 41,003 atau sekitar Rp 588,5 juta. 

Kemudian tak lama berselang harga Bitcoin kembali menguat hingga menyentuh USD 41.519 atau sekitar Rp 595,9 juta. Satu hal yang jelas adalah ApeCoin (APE) harganya meroket, meskipun langkah itu dianggap konyol karena sepenuhnya spekulatif dan berdasarkan tweet yang belum dikonfirmasi.

Bitcoin bertahan di dekat level harga USD 41.500 setelah kenaikan harga tiga hari hampir USD 3.000. Analis mengatakan cryptocurrency terbesar diuntungkan dari optimisme dana yang diperdagangkan di bursa Bitcoin spot mungkin memenangkan persetujuan dari Komisi Sekuritas dan Pertukaran AS.

Di sisi lain cryptocurrency terbesar kedua berdasarkan kapitalisasi pasar, ethereum juga alami keragu-raguan, setelah sempat melemah, Ethereum kembali menguat dengan jangka waktu singkat. Pada saat penulisan, Ethereum diperdagangkan di harga USD 3.086,98, naik sekitar 0,29 persen. 

Analis pasar Bitcoin di Quantum Economics, Jason Deane mengatakan tidak melihat sentimen yang dapat menggerakan harga kripto dengan kuat. 

“Saya tidak berpikir ada satu katalis utama untuk pergerakan harga naik atau turun saat ini,” ujar Deane dikutip dari CoinDesk, Kamis (21/4/2022). 

Di pasar saham, Indeks Standard & Poor’s 500 dari saham-saham besar AS mengakhiri hari dengan sedikit turun, sementara Indeks Komposit Nasdaq turun 1,2 persen, Netflix jatuh lebih dari 30 persen. 

Untuk hari ini, pasar kripto tak sepenuhnya berkorelasi dengan pasar saham AS, terutama Nasdaq. 

Dalam berita kripto lainnya, pertukaran kripto raksasa Binance meluncurkan emoji Twitter baru pada Rabu waktu setempat dan segera menghapusnya setelah pengguna menunjukkan kemiripannya dengan simbol swastika.